Bukti Penting Kejayaan Kesultanan Deli

Istana Maimun
Source: indonesia-tourism.com

Bagi yang tinggal atau pernah ke Medan, pastilah mengenal Istana Maimun. Bangunan ini memang merupakan landmark ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Berada di Jalan Brigjen Katamso, Istana Maimun Medan memiliki sejarah dan makna spesial sehingga tepat dijadikan ikon Kota Medan.

Istana Maimun yang kini menjadi salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Medan adalah saksi bisu kejayaan Kesultanan Deli. Saat berada di bawah kepemimpinan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, Kesultanan Deli mengalami masa kejayaan. Istana ini pun dibangun pada masa kepemimpinannya pada tahun 1888 silam. Untuk merampungkan bangunan megah tersebut, dana setara satu juta gulden Belanda dikucurkan.

Itulah salah satu fakta penting mengenai Istana Maimun Medan. Untuk tahu lebih lanjut, berikut adalah hal-hal yang harus kamu ketahui tentang bangunan yang penuh nilai historis dan budaya ini.

Asal Usul Nama Maimun

Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Jadi, sebelum lebih lanjut mengulas Istana Maimun Medan, yuk cari tahu terlebih dahulu asal muasal penamaan Maimun. Usut punya usut, sejarah nama Maimun masih simpang siur. Namun, setidaknya terdapat dua versi cerita yang paling diyakini oleh masyarakat setempat.

Versi pertama adalah pelabelan nama Istana Maimun berdasarkan nama istri Sultan Makmun, yaitu Maimunah. Sehingga, Istana Maimun dianggap sebagai bentuk penghargaan sultan terhadap permaisurinya.

Sementara itu, versi kedua menyebutkan bahwa Maimun berasal dari bahasa Arab. Arti “maimun” yang berasal dari kata “maimunah” dalam bahasa Arab adalah berkah atau rahmat. Istana Maimun Medan dimaksudkan sebagai berkah atau rahmat bagi rakyat Kesultanan Deli.

Bukti Penting Kejayaan Kesultanan Deli

Bukti Penting Kejayaan Kesultanan Deli
Source: idntimes.com

Semenjak Istana Maimun terbuka bagi wisatawan, pengunjung dapat melakukan tur keliling di bagian tengah Istana Maimun Medan. Di dalam istana, Anda dapat menjumpai plakat peresmian yang memiliki aksara Arab dan Bahasa Belanda di atas material marmer. Plakat bertanggalkan 26 Agustus 1888 tersebut masih dapat disaksikan hingga saat ini.

Adapun ruang induk Istana Maimun seluas 412 meter dengan singgasana sultan berwarna kuning menyala dengan taburan kristal megah yang didatangkan dari Eropa menjadi fokus utama. Ruangan ini pun masih tetap difungsikan dalam rangka upacara adat, seperti penobatan sultan. Selain itu, tempat ini juga dimanfaatkan untuk menerima pembesar dari tetangga kerajaan.

Tur keliling istana pun akan memungkinkan pengunjung menyaksikan keindahan balairung. Dinding di area balairung berhiaskan foto sultan-sultan yang pernah bertahta di Kesultanan Deli beserta para permaisurinya. Sejumlah dokumentasi lain pun terpajang rapi, seperti foto pertemuan antara Sultan Deli dan wakil pemerintahan Hindia Belanda.

Selain jejak foto, jejak peninggalan Kesultanan Deli lainnya masih terjaga dan terawat dengan baik. Di antaranya adalah pedang, keris, tombak, payung kebesaran, dan lima gebuk (tempat air untuk membasuh tangan dan kaki sultan), beserta tepak sirih. Di area balairung pun, wisatawan berkesempatan menyaksikan langsung ukiran khas Melayu, yaitu motif pucuk rebung pada lisplank.

Sementara itu, ruangan lain yang pernah menjadi kediaman raja, permaisuri, dan kerabatnya telah dialihfungsikan menjadi gerai pamer. Beberapa ruangan lain di Istana Maimun Medan juga dimanfaatkan sebagai area penyimpanan benda peninggalan Kesultanan Deli.

 

Memiliki Desain Arsitektur Unik

Desain Arsitektur Unik
Source: dolanyok.com

Desain arsitektur Istana Maimun tampak mencolok di tengah Kota Medan. Hal itu terlepas dari dominasi warna kuning keemasan yang semakin mengokohkan kemegahan arsitektur istana ini. Saat pengunjung memasuki kawasan istana, makan sebagian besar ornamen memang berwarna terang.

Keunikan Istana Maimun Medan semakin tampak dari bentuk pintu dan jendela yang lebar. Sementara itu, atap melengkung yang menyerupai perahu terbalik pun menjadi ciri khas tersendiri. Mengenai warna kuning keemasan yang mendominasi istana ini, ternyata warna tersebut merupakan identitas Melayu yang terus melekat sampai sekarang.

 

Perpaduan Budaya Melayu, India, Timur Tengah, dan Eropa

Tak hanya dipengaruhi oleh unsur kebudayaan Melayu dengan warna kuning yang begitu mendominasi, Istana Maimun merupakan perpaduan sempurna dari beragam kebudayaan. Budaya luar yang turut mempengaruhi arsitektur Istana Maimun Medan adalah India, Arab, Spanyol, dan Italia.

Bagian atap istana yang berbentuk lengkung merupakan karakter bangunan di kawasan Persia dan Timur Tengah. Kesan tersebut memberikan nuansa kemegahan pada Istana Maimun. Sementara itu, pengaruh arsitektur Eropa terlihat dari berbagai ornamen lampu dan furniture yang ada di dalam istana.

Terpajang Meriam Legenda

Saat berada di halaman Istana Maimun Medan, pengunjung dapat menyaksikan objek unik berupa meriam puntung. Konon, meriam tersebut merupakan jelmaan Putri Hijau. Ia berganti rupa menjadi meriam sebab Kerajaan Aceh menyerang Kesultanan Deli pasca lamaran terhadap Putri Hijau ditolak.

Sehingga, meriam tersebut menembak tanpa henti sebagai benteng pertahanan dalam melawan serangan Kerajaan Aceh. Hingga pada akhirnya, meriam tersebut harus terpecah menjadi dua bagian. Adapun potongan lain dari meriam tersebut diyakini terlempar hingga ke Dataran Tinggi Karo.

Wonderful Indonesia

Bagaimana? Sudah siap menikmati keseruan di Istana Maimun Medan? Agar liburan Anda semakin seru dan menyenangkan, jangan lupa untuk mengumpulkan banyak informasi mengenai wisata di Medan dengan cara mengunjungi website Wonderful Indonesia.

Istana Maimun, Ikon Medan yang Jadi Bukti Kejayaan Kesultanan Deli

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *